Klinik Padjadjaran Jatinangor

Sejarah

Klinik Padjadjaran, dahulu bernama UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pelayanan Kesehatan Universitas Padjadjaran Jatinangor berdiri sejak tahun 16 Februari 1998 diresmikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. H. Maman P Rukmana. Selama kurun waktu 7 tahun (1998-2005) UPT dikelola dibawah UPT pusat Universitas Padjadjaran yang berkedudukan di Jalan Dipati Ukur. Pada bulan Oktober 2005 dilakukan serah terima pengelolaan UPT Pelayanan Kesehatan Jatinangor kepada PT. Rumah Sakit Padjadjaran. Setelah diurus izinnya ke Dinas Kesehatan Sumedang, akhirnya UPT Balai Kesehatan Unpad di Jatinangor berganti nama menjadi KLINIK PADJADJARAN.

Pada awalnya KLINIK PADJADJARAN hanya melayani kebutuhan pelayanan kesehatan poli umum, dan poli gigi saja. Waktu layanan juga terbatas jam 08.00-16.00. Namun setelah beberapa waktu mulai dikembangkan pelayanan UGD 24 jam, Rawat Inap, Laboratorium, dan rontgen, dan juga beberapa layanan yang sifatnya di luar klinik. Yaitu berupa bantuan medis maupun bantuan social. Hal ini tak lepas dari tujuan klinik untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitar kampus.

Sejak tanggal 2 Januari 2006, UPT Balai Kesehatan Universitas Padjadjaran Jatinangor berganti nama menjadi Klinik Padjadjaran di bawah pengelolaan PT Rumah Sakit Padjadjaran yang memiliki visi “Mewujudkan Klinik Jejaring & Rumah Sakit yang Mendukung Pendidikan dgn Pelayanan Prima” .

Beralihnya pengelolaan pelayanan kesehatan ini juga sekaligus memunculkan nama baru yaitu, Klinik Padjadjaran yang menjadi brand Klinik Jejaring PT Rumah Sakit Padjadjaran, sebagai klinik pertama yang di kelola perusahaan, yang bertujuan untuk melayani kesehatan seluruh civitas  akademika  Unpad  dan  kepada masyarakat di sekitar kampus di Jatinangor Sumedang.

Berbagai perubahan dan perbaikan pelayanan serta infrastruktur terus dilakukan hingga sekarang dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan klinik. PT Rumah Sakit Padjadjaran terus membangun dan mengembangkan pelayanan klinik dengan harapan dapat terus memberikan kontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat maupun pengembangan pendidikan kesehatan khususnya di wilayah Jawa Barat.

Kondisi Awal Waktu serah terima ke PT. RSP

Keadaan UPT Balai Kesehatan UNPAD pada Bulan Oktober tahun 2005 sebelum serah terima, kondisinya tidak terawat baik. Kondisi alat banyak yang rusak. Lantai dan dinding tidak terawat. Dinding pagar banyak coretan.

Unit pelayanan kesehatan waktu diserahkan terbatas pada pelayanan poli umum dan poli gigi. Dengan sumber daya manusia yang saat itu terbatas. Jam buka pelayanan dimulai pukul 8 sampai dengan jam 14.00 walaupun pada praktiknya hanya berjalan efektif sekitar 2 jam dari jam 9 sampai jam 11.00.

Pimpinan Klinik Padjadjaran Jatinangor dari masa ke masa adalah sebagai berikut :
1. Pangestu Widodo, dr. (2006 – 2008)
2. M. Faisal Siregar, dr. (2008-2009)
3. Dian Jauhari, dr. (2009-2010)
4. Yudhi Andross, dr (2010-2012)
5. Teuku Renardiansyah, dr. (2012)
6. Yayan Sundara, dr. (2012-2013)
7. Reagan Vincent Pantouw (2014-2015)
8. Dinda Prima Asmara, dr. (2015-2019).

Pada 1 Januari 2017, perjanjian kerjasama antara PT. RUMAH SAKIT PADJADJARAN dengan Universitas Padjadjaran berakhir. Ditandai dengan pindah nya klinik Padjadjaran Jatinangor dari daerah unpad jatinangor ke daerah jalan sayang. Jalan kolonel Ahmad Syam nomor 245. Sayang, Jatinangor.

To be continued